Jumat, 06 Maret 2009

THERMAL OVERLOAD RELAY (TOR)

.
Sebelum mempelajari lebih dalam mengenai Time Delay Relay (Timer), Thermal Over Load Relay (Tripper Over Load), Relay Contactor (Relay), dan Magnetic Contactor (Kontaktor), Sebaiknya kita mempelajari sistem kerjanya terlebih dahulu. agar mampu memahami suatu fungsi rangkaian kerja otomatis.

Gambar 1 : Thermal Over Load

Thermal relay atau overload relay adalah peralatan switching yang peka terhadap suhu dan akan membuka atau menutup kontaktor pada saat suhu yang terjadi melebihi batas yang ditentukan atau peralatan kontrol listrik yang berfungsi untuk memutuskan jaringan listrik jika terjadi beban lebih.
Gambar 2 : Simbol Thermal Over Load

Gambar 3 : Kontak Thermal Over Load

Thermal relay atau overload relay adalah peralatan switching yang peka terhadap suhu dan akan membuka atau menutup kontaktor pada saat suhu yang terjadi melebihi batas yang ditentukan atau peralatan kontrol listrik yang berfungsi untuk memutuskan jaringan listrik jika terjadi beban lebih.

Gambar 4 : Bagian-bagian Thermal Over Load

Gambar 5 : Fungsi Kontak Thermal Over Load

Karakteristik
  1. Terdapat konstruksi yang berhubungan langsung dengan terminal kontaktor magnit.
  2. Full automatic function, Manual reset, dan memiliki pengaturan batas arus yang dikehendaki untuk digunakan.
  3. Tombol trip dan tombol reset trip, dan semua sekerup terminal berada di bagian depan.
  4. Indikator trip
  5. Mampu bekerja pada suhu -25 °C hingga +55 °C atau (-13 °F hingga +131 °F)
Gambar 6 : Cara Kerja Thermal Over Load

Thermal overload relay (TOR) mempunyai tingkat proteksi yang lebih efektif dan ekonomis, yaitu:
  1. Pelindung beban lebih / Overload
  2. Melindungi dari ketidakseimbangan phasa / Phase failure imbalance
  3. Melindungi dari kerugian / kehilangan tegangan phasa / Phase Loss.


Referensi :
  1. http://www3.sea.siemens.com/step/pdfs/cc_2.pdf
  2. http://www05.abb.com/global/s
  3. https://docs.google.com/document/d/
  4. Badan Standarisasi Nasional. Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000). Jakarta: Yayasan PUIL, 2000.
  5. Kismet Fadillah. Instalasi Motor Listrik. Bandung: PT Angkasa, 1999
  6. E. Setiawan, Ir. Instalasi Arus Kuat. Jakarta: PT Bina Cipta, 1986
  7. Perusahaan Listrik Negara. Teknologi Jaringan Distribusi. Jakarta: Pusat Pendidikan dan Latihan, 1986.
  8. Sumaryono, Marsudi. Petunjuk Keselamatan Kerja. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1998.
  9. http://septianboediman.wordpress.com/2010/11/24/dasar-dasar-saklar-no-nc-pada-elektro-mekanis-magnetik/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih Atas Kunjungannya