Sabtu, 21 April 2012

MOTOR LISTRIK dari KARDUS BEKAS

Percobaan Motor Listrik
Dunia pendidikan di Indonesia umumnya selama ini kita kenal dengan berbagai permasahan yang muncul, khususnya dalam proses pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). SMK dengan beban belajar yang relative lebih banyak jika dibandingkan dengan SMA, karena harus ditambah dengan pelajaran-pelajaran kejuruannya. Selain hal itu dengan materi kejuruan dengan jumlah jam praktek yang panjang memberikan suatu kejenuhan tersendiri bagi siswa, jika seorang guru tidak mampu mengelola kelas dengan baik. Hal ini seperti yang penulis alami ketika menyampaikan materi Perbaikan dan Perawatan Motor Listrik di Kompetensi Kejuruan Teknik Instalasi Tenaga Listrik kelas XII Semester Gasal Tahun 2011/2012 SMK Negeri 1 Miri Sragen. Dalam proses pembelajaran materi tersebut, 15 siswa dari 32 siswa kesulitan dalam memahami dasar-dasar cara kerja motor listrik. Pembelajaran merupakan salah satu langkah untuk memberikan kemudahan belajar bagi peserta didik. Dengan memberikan kemudahan-kemudahan dalam pembelajaran ini diharapkan siswa akan merasa nyaman dalam belajar. Oleh sebab itulah dengan kemudahan dan kenyamanan ini diharapkan anak akan semakin tertarik untuk terus belajar dan semakin tertantang mengembangkan kemampuannya. Melihat kondisi kenyataan di lapangan, kita perlu berfikir ulang untuk merumuskan langkah-langkah yang terbaik dalam pembelajaran. Di sisi lain, proses pembelajaran mampu memberikan kemudahan-kemudahan serta kenyamanan peserta didik dalam belajar. Dengan adanya kesenjangan antara kedua keadaan ini, maka penulis berupaya sedemikian rupa untuk menekan kesenjangan tersebut.
Dengan melihat keadaan tersebut, permasalahan yang muncul antara lain bagaimanakah memberikan kemudahan belajar peserta didik untuk mempelajari motor listrik ? Menindaklanjuti permasalahan yang muncul dalam pembelajaran tersebut, penulis akhirnya berupaya untuk merancang suatu model / alat peraga yang mampu memberikan kemudahan siswa dalam mempelajari motor listrik. Dengan permasalahan tersebut akhirnya penulis mencari berbagai referensi tentang motor listrik. Berbekal referensi tentang model motor listrik tersebut, akhirnya penulis merancang pembelajaran yang aplikatif dan menantang anak untuk belajar. Dalam penggunaan media pembelajaran ini, kits dapat membuat alat peraga motor listrik dan menguji cobanya secara individual. Setiap peserta didik penulis fasilitasi untuk membuat sampai berhasil untuk diuji coba dengan alat dan bahan yang telah disediakan. Dengan konsep ini penulis harapkan, peserta didik akan lebih memahami cara kerja motor listrik. Adapun alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan media pembelajaran ini antara lain : 
  1. Kawat email 0,5 mm : 1 meter 
  2. Kawat email 0,6 mm : 1 meter 
  3. Kawat email 0,7 mm : 1 meter 
  4. Bendrat / kawat : 0,5 meter 
  5. Kardus bekas : 0,02 m2 
  6. Kabel : 1 meter 
  7. Baterai / catu daya 9 Volt : 1 buah 
  8. Magnet : 1 buah 

Setelah semua alat dan bahan tersedia, selanjutnya kita merangkai kebutuhan praktek sebagai berikut. Adapun langkah-langkah pembuatan media motor listrik adalah sebagai berikut : 
  1. Membuat satu lilitan dari kawat email yang telah disediakan. 
  2. Membuat dudukan lilitan dari kawat / bendrat. 
  3. Menyatukan dudukan kawat pada kardus yang telah disediakan.

Gambar 1 : Langkah Pembuatan Media Motor Listrik

Setelah semua langkah pekerjaan di atas telah dilaksanakan, langkah selanjutnya adalah melakukan uji coba. Langkah-langkah uji coba adalah sebagai berikut : 
  1. Siapkan lilitan yang telah disediakan. 
  2. Siapkan dudukan lilitan yang telah dirangkai dengan kardus. 
  3. Pasanglah lilitan pada dudukan lilitan yang telah disiapkan. 
  4. Hubungkan ujung dudukan lilitan dengan sumber tegangan. 
  5. Letakkan magnet di bawah lilitan.

Gambar 2 : Langkah Percobaan 

Hal yang perlu kita perhatikan dalam percobaan ini antara lain besar kecilnya kawat email, jumlah lilitan, diameter lilitan, kuat medan magnet, sumber tegangan. Dari percobaan-percobaan tersebut, untuk memperoleh hasil yang optimal, kita perlu melakukan berulang kali percobaan, sehingga kita akan mampu menemukan ukuran kebutuhan motor listrik yang optimal. Dengan melakukan percobaan yang berulang kali niscaya kita akan semakin paham konsep motor listrik. Selamat mencoba. 

*****

Salam | Sutarno

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih Atas Kunjungannya