Rabu, 16 Mei 2012

Ilegal Downloading : Kita Termasuk Diri[kah] ?

Ilustrasi (http://incorrectlogin.blogspot.com/)
SUTARNO. Berdasarkan UU No. 19 Tahun 2002 Pasal 1 dijelaskan, Hak Cipta adalah hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pencipta adalah seorang atau beberapa orang secara bersama -sama
yang atas inspirasinya melahirkan suatu ciptaan berdasarkan kemampuan pikiran, imajinasi, kecekatan, keterampilan, atau keahlian
yang dituangkan ke dalam bentuk yang khas dan bersifat pribadi. Ciptaan adalah hasil setiap karya pencipta yang menunjukkan keasliannya dalam lapangan ilmu pengetahuan, seni, atau sastra (UU No. 19 Tahun 2002). Sedangkan fungsi dan sifat hak cipta berdasarkan pasal 2 ditegaskan (1) Hak Cipta merupakan hak eksklusif bagi Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya, yang timbul secara otomatis setelah suatu ciptaan dilahirkan tanpa mengurangi pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. (2) Pencipta dan/atau Pemegang Hak Cipta atas karya sinematografi dan Program Komputer memiliki hak untuk memberikan izin atau melarang orang lain yang tanpa persetujuannya menyewakan Ciptaan tersebut untuk kepentingan yang bersifat komersial. Lalu tindakan apa saja yang termasuk dalam illegal downloading ? Pasal 72 ayat 2 menegaskan bahwa Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu Ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah). BAGAIMANA JIKA HAL ITU TERJADI PADA KARYA KITA ?
Hak cipta, pencipta dan ciptaan merupakan sesuatu yang membutuhkan kerja keras dan profesionalitas, orang hebat pasti ada di dalamnya. Jika Ahmad Dhani bersama Mulan Jameela, Syahrini, Alexa Keys menemui Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso dan Tantowi Yahya, serta sejumlah anggota DPR Fraksi Golkar di Gedung Nusantara III, Senin (14/5/2012) untuk mengadukan situs-situs illegal downloading yang tersebar di dunia maya. Terlepas dari style kehidupan artis yang sering kali dihubungkan dengan hal-hal yang gelamor, kita mengakui, mereka termasuk putra – putri terbaik di bidangnya. Yang dinilai bukan siapa yang menghasilkan, tetapi hasil karya nyata. Suka atau tidak, mereka adalah orang-orang professional di bidangnya, sama halnya dengan tokoh ataupun penemu – penemu lain di bidangnya masing-masing. Seberapa besarkan kerugian mereka ? Sehingga harus melaporkan hal itu ke wakil rakyat ? Masih kurangkah pendapatan mereka ? Pertanyaan miring tersebut muncul, mungkin karena kita bukan termasuk orang-orang yang dirugikan. Bukan permasalahan nilainya, tetapi saya kira lebih pada suatu bentuk pengakuan atas “pengorbanannya”, buah pikirannya dan terlebih jauh, karena hal itu benar-benar dilindungi secara hokum keabsahannya. Jika mereka merasa dirugikan, sudah sewajarnya jika harus mengadu kepada wakilnya. Karena mereka juga menempatkan perwakilan yang membidanginya. Dari segi finance, artis merupakan bagian dari strata menengah ke atas (tetapi hal itu bias iya dan bias tidak, hehehehe, siapa sih yang tidak butuh uang). Jika kita menilik lebih jauh, sejauh manakah kerugian itu sebenarnya ? "Setiap hari ada enam juta download per hari. Setahun kerugian 1-2 triliun," kata Dhani di Gedung DPR, Jakarta, Senin, 14/5/12. "Orang nggak beli CD album karena di internet tinggal download. Inilah permasalahannya” (http://www.wowkeren.com/). Dari kerugian tersebut, saya kira tidak hanya para professional tersebut yang dirugikan, tetapi pemerintah juga akan dirugikannya. Sementara Priyo Budi Santoso, mengaku sudah lama mendengarkan keluhan para musisi tentang illegal downloading, akan tetapi baru sekarang ini mendapatkan angka-angka kasusnya. "Saya sebenarnya sudah tahu persoalan ini (illegal downloading) tapi angkanya baru tahu sekarang kalau sebesar ini. Kita akan panggil Pak Tifatul (Menkominfo), kali ini akan barokah apabila dia menyetujui akan segera menata ulang terhadap perlindungan karya-karya hebat anak-anak bangsa," terangnya (http://id.omg.yahoo.com/).
Bila pembajakan dan kerugian tersebut terjadi hanya pada satu sisi (masalah hak cipta seni music), bagaimana dengan permasalahan hak cipta yang lainnya. Pada hal seperti yang dijelaskan dalam UU No. 19 Tahun 2002, yang termasuk dalam perlindungan hak cipta adalah (1) Dalam Undang-undang ini Ciptaan yang dilindungi adalah Ciptaan dalam bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra, (2) Ciptaan sebagaimana dimaksud dalam huruf l dilindungi sebagai Ciptaan tersendiri dengan tidak mengurangi Hak Cipta atas Ciptaan asli. (3) Perlindungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), termasuk juga semua Ciptaan yang tidak atau belum diumumkan, tetapi sudah merupakan suatu bentuk kesatuan yang nyata, yang memungkinkan perbanyakan hasil karya itu. Bisa kita bayangkan, berapakah kerugian professional tersebut maupun pemerintah.
Masih terngiang ditelinga kita, ketika munculnya penyanyi Mbah Surip dengan lagunya Tak Gendong, pada saat beliau meninggal dunia dipridiksi masyarakat royalty hasil penjualan mencapai 1 M. Tetapi apa yang terjadi, keluarga hanya memperoleh 112 juta. Banyak celah yang kita lakukan, tetapi tidak kita sadari. Mulai dari bagaimanakah music yang kita putar setiap hari, yang kita copy dari flashdisk teman, software yang kita pakai sehari, hari dsb.
Termasuk diri kita[kah] di dalamnya ? Lalu cara kita menghargai karya orang lain ! Pertanyaan yang sangat retoris, tetapi membutuhkan pengakuan. Semua pasti akan mengetahui tanpa harus digurui. Sudah selayaknya kita menghargai karya-karya orang lain. Bahkan pada detik ini kita mendapatkan pelajaran berharga dari orang-orang yang selama ini kita pandang miring kehidupannya. Yang dinilai bukan siapa yang menghasilkan, tetapi karya ciptanya. Bukan bermaksud negative terhadap pihak lain, tetapi hanyalah upaya pengingat diri saya secara pribadi. Mulailah dari diri kita sendiri.


Artikel yang sama juga ditampilkan diakun penulis di sini.
--- o O o ---

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih Atas Kunjungannya