Rabu, 18 Juli 2012

Lompatan UNS dalam Teknologi dan Kerjasama

SUTARNO. Belum tertatanya system pendidikan di Indonesia secara komprehensip sedikit banyak menimbulkan sebuah jurang pemisah antar jenjang pendidikan. TK, SD, SMP, SMA/K/MA dan Perguruan tinggi seakan mereka mampu untuk berdiri sendiri tanpa dukungan dorongan dari jenjang-jenjang pendidikan lainnya.
Begitu juga antara perguruan tinggi dan jenjang pendidikan di bawahnya (SMA/K). Hanya sedikit perguruan tinggi yang menyadari pentingnya kerjasama dengan jenjang pendidikan di bawahnya dalam upaya mengembangkan riset and development. Wajar jika perkembangan riset and development hanya berkembang sepotong-potong. Sabtu, 09/07/2012, bertempat di SMK Negeri 1 Miri Sragen Jawa Tengah, Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta (UNS), sebagai lembaga pendidikan tinggi menyadari tentang pentingnya kerjasama tersebut. Tidak hanya dalam penerimaan mahasiswa baru saja, di luar itu mereka melibatkan jenjang pendidikan di bawahnya untuk pengembangan riset and development. Salah satu lembaga yang ditunjuk oleh UNS adalah SMK Negeri 1 Miri Sragen Jateng. Selain sebagai bentuk pengabdian masyarakat, UNS memberikan pembelajaran umum tentang teknologi yang berkembang saat ini tentang system control dalam kelistrikan. UNS juga memperkenalkan temuan terbaru mereka yaitu pembangkit listrik tenaga sinar matahari. Perkenalan produk temuan ini diharapkan untuk mendapatkan masukkan dari lembaga pendidikan sejenis, serta merangsang jenjang pendidikan SMK untuk terus berinovasi. Dalam melakukan kerjasama ini, pihak UNS melakukan 2 kegiatan sekaligus, yaitu : Pengenalan teknologi – teknologi kelistrikan Untuk menyambut baik kerjasama antara UNS ini, SMK Negeri 1 Miri Sragen Jateng di wakili oleh Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik. Hal ini dipilih karena sesuai dengan disiplin ilmu yang diperkenalkan UNS. Pengenalan teknologi ini disampaikan oleh Bapak Ubaidilah sebagai perwakilan dari UNS dalam pembelajaran umum dengan siswa-siswi dan bapak/ibu guru Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik. Salah satu hal yang diperkenalkan adalah Thermo Electric, yaitu komponen yang mampu menghasilkan sumber tegangan listrik melalui media air panas dan air dingin. Tidak hanya teoritis layaknya penyampaian materi di perguruan tinggi. UNS menyadari pentingnya pengetahuan aplikatif untuk kalangan pendidikan menengah, oleh sebab itulah penyampaian materi ini juga dilakukan percobaan.

13423254091982466526

Para peserta sangat antusias memperhatikan proses pemaparan dan percobaan yang dilakukan oleh pemateri. Semua sorot mata peserta mengarah pada paparan yang disampaikan. Begitu juga pada saat mempraktekkan materi tersebut. Semua terhening sejenak menunggu hasil yang akan terjadi. Detik-detik menengangkan terlihat jelas di benak para siswa yang dengan seksama memperhatikan langkah-langkah percobaan tersebut. Sejenak kemudian tepuk tangah riuh muncul tanpa dikomando, sebagai aplaus pertanda percobaan berhasil.

13423255652040380573

Pembangkit Listrik Tenaga Sinar Matahari
Kejenuhan tampaknya belum terlihat sama sekali di wajah peserta. Ini pertanda anak sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Pada session ke-2, yaitu pemateri menjelaskan cara kerja temuan pembangkit listrik tenaga sinar matahari.
13423258331201042685
Seperti yang disampaikan pemateri, Ubaidilah, “Saat ini pembangkit listrik tenaga matahari sudah biasa ditemui masyarakat di mana saja berada, tetapi apa yang kami buat ini mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki oleh pembangkit yang berada di pasaran”, tandasnya. Dalam penyampaiannya, Ubaidilah, menjelaskan bahwa pembangkit ini mampu bergerak mengikuti arah sinar matahari, sehingga akan mampu menerima sinar matahari secara optimal. Karena solar cell yang terpasang akan bergerak mengikuti arah sinar sehingga akan selalu membentuk sudut tegak lurus. Oleh sebab itulah sinar yang diterima oleh solar cell akan lebih optimal dan lebih cepat melakukan penyimpanan energi.
13423262711530721361

Setelah melakukan penjelasan materi, maka peserta diperkenalkan terhadapap peralatan yang telah disiapkan oleh tim UNS di luar ruangan. Pemateri menjelaskan nama komponen dan fungsi komponen masing-masing, hingga menjelaskan cara kerja peralatan ini termasuk di dalamnya kelebihan-kelebihan yang dimiliki peralatan tersebut. Percobaan pun dimulai. Semua komponen telah dihubungkan satu persatu. Solar cell sengaja dihadapkan ke arah barat untuk membuktikan bahwa solar cell mampu bergerak menuju arah sinar matahari (kebetulan saat itu masih pukul 11.15 Wib, jadi matahari masih sedikit di arah timur). Perlahan tapi pasti solar cell tersebut bergerak menuju arah datangnya sinar matahari. Setelah tepat tegak lurus dengan sinar matahari, maka peralatan tersebut berhenti. Tepuk tangan peserta tidak henti-hentinya terus bergemuruh siang itu. Setelah beberapa saat melakukan pengisian terhadap accu, maka perlahan-lahan lampu pijar yang digunakan sebagai beban mulai menyala.
13423264472122725314
Sungguh sebuah kepuasan yang luar biasa terpancar di benak anak-anak. Sebuah pengetahuan baru benar-benar mereka peroleh. Bahkan saking antusiasnya siswa-siswa tersebut, setiap session selalu berebut untuk bertanya. Mereka berebut untuk menanyakan hal-hal yang menganjal di benak para siswa tersebut. Saya memandang, apa yang dilakukan UNS tersebut adalah langkah sederhana tetapi mempunyai pengaruh yang luar biasa. Tanpa di sadari bahwa siswa-siswi peserta pembelajaran umum ini pemikirannya larut ke dalam kemajuan-kemajuan yang dicapai UNS. Dengan begitu, maka hanya ada 1 pemikiran yang dikehendaki siswa tersebut jika suatu ketika akan melanjutkan ke dunia pendidikan tinggi. Saya kira hal itu merupakan suatu efek samping positif dari tindakan kerjasama yang dibangun oleh UNS terhadap lembaga yang di bawahnya. Selain hal itu kerjasama ini bisa dikatakan sebagai hubungan yang saling menguntungkan. Bagi SMK, kerjasama ini mampu memberikan suatu penyegaran dan memunculkan imajinasi kreatif. Bahkan kita Pihak UNS menawarkan dukungan penuh atas ide-ide kreatif SMK yang muncul untuk diwujudkan dalam teknologi tepat guna. Dari hasil pembelajaran umum tersebut SMK memunculkan ide untuk mengembangkan prototif motor listrik dengan model knock down yang friendly untuk pembelajaran. Saya kira ini adalah salah satu dampak positif yang muncul dan sangat membangun. Dampak positif terhadap perguruan tinggi antara lain juga akan memberikan pengenalan almamater dan kemampuan produk yang dihasilkan terhadap anak-anak SMK yang notabene sebagai input dari perguruan tinggi. Tetapi mengapa hal ini belum banyak dilirik oleh perguruan tinggi yang lain ? Atau memang sudah efektifkah mereka dengan brosurnya, yang notabene nya mereka hanya bicara tanpa menunjukkan kemampuannya kepada calon-calon input nya ?
. . Judul yang sama kami tulis di Kompasiana.

4 komentar:

  1. semoga tidak hanya UNS doank....

    BalasHapus
  2. aduh judl blognya Guru GO-Blog..
    hehehe..
    kalo bahasasunda gawat tuh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. OOooooooooooooo gitu yaa Ace, tq dah mampir

      Hapus

Terima Kasih Atas Kunjungannya