Sabtu, 01 Desember 2012

Menjadi Guru Yang Hebat

SUTARNO. Belajar dan pembelajaran merupakan dua kegiatan yang tidak pisah dipisahkan. Semua orang bisa menjadi pembelajar (jembatan transfer ilmu / guru) maupun sebagai pelaku yang belajar. Tetapi terkadang bagi (maaf) orang awam, menjadi guru merupakan hal yang sulit dan takut terhadap ketersampaian materi yang berikan.
Hal yang membedakan pembelajaran saat ini dengan waktu lampau terletak pada prosesnya. Waktu lampu proses pembelajaran lebih banyak guru sebagai penyampai materi / nara sumber. Sehingga guru benar-benar harus menjadi “Seorang Dewa” yang serba bisa. Tetapi saat ini pembelajar harus menitikberatkan pada siswa. Materi yang akan kita sampaikan diharapkan siswa sendiri yang menggali, mencoba dan menyimpulkan. Guru hanya bersifat sebagai pendamping dan memberikan penghargaan.

Sehingga guru dapat dilakukan oleh semua orang, kapan saja dan dimana saja. Untuk menjadi guru dalam menyampaikan materi sebenarnya hanya memerlukan 3 langkah mudah, yaitu :
1.      Eksplorasi. Eksplorasi yaitu menggali kemampuan atau wawasan peserta didik untuk dihubungkan dengan materi yang akan disampaikan. Adapun cara yang dapat dilakukan antara lain, peserta didik disuruh untuk :
  • Membaca tentang
  • Mendengar tentang
  • Berdiskusi tentang
  • Mengamati model (teks / karya)
  • Mengamati demonstrasi
  • Mengamati simulasi kasus
  • Mengamati 2 perbandingan
  • Mencoba melakukan kegiatan tertentu
  • Membaca kasus
  • Talk show
  • Berwawancara dengan sumber tertentu (menggali informasi)
  • Observasi terhadap lingkungan
  • Mencoba melakukan kompetensi dengan kemampuan awalnya.
2.      Elaborasi. Elaborasi pada intinya adalah membiasakan atau membiarkan peserta didik untuk melakukan sesuatu yang berhubungan dengan materi yang kita sampaikan. Adapun langkah – langkah yang dapat kita arahkan kepada peserta didik antara lain
  • Diskusi / mandiri
  • Mengidentifikasi ciri
  • Menemukan konsep
  • Melakukan generalisasi
  • Mencari bagian-bagian
  • Mendeskripsikan persamaan dan perbedaan
  • Memasukkan dalam kelompok yang mana (memilah-milah)
  • Membandingkan dengan dunia nyata atau pengetahuan yang telah dimiliki (Analisis beda dan persamaannya)
  • Menganalisis mengapa terjadi begitu
  • Meramalkan apa yang akan terjadi dari eksperimen
  • Mengidentifikasi mana yang beda/sama dengan model
  • Mengidentifikasi mana yang benar / salah
  • Mengurutkan
  • Mengelompokkan
  • Mengkombinasikan
  • Menyusun mana yang berhubungan dan mana yang tidak
  • Mengubung-hubungkan (mencari model hubungan)
  • Memasangkan contoh dan bukan contoh
3.      Konfirmasi yaitu memberikan umpan balik, motivasi, atau meluruskan jika apa yang dilakukan siswa belum sesuai dengan tujuan materi dan memberikan penghargaan jika telah sesuai dengan yang dikehendaki. Adapun langkah-langkah yang dapat diarahkan guru terhadap siswanya antara lain, siswa disuruh untuk :
  • Menyimpulkan
  • Memberikan balikan apa yang dikerjakan peserta didik
  • Penjelasan mengapa salah
  • Penjelasan mana yang benar dan salah
  • Meluruskan yang salah
  • Menegaskan yang benar
  • Melanjutkan / menambahkan yang kurang
  • Mengangkat kasus yang salah dan yang benar
  • Menjelaskan mengapa salah / benar
  • Menyimpulkan konsep, kriteria, prinsip, cara mencapai yang lebih baik, contoh dan bukan contoh
  • Memperluas contoh yang benar dan yang salah
  • Menjelaskan bagaimana seharusya
  • Menciptakan rubrik
Mudahkan menjadi seorang guru ? Minimal kita akan dapat menjadi guru dilingkungan kita sendiri. Hal ini tidak dapat kita hindari. 3 konsep diatas tetap berlaku, bagaimanapun bentuk pembelajaran itu, walauoun mungkin hanya sambil nongkrong di warung. Selamat mencoba menjadi seorang guru.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih Atas Kunjungannya