Jumat, 30 Mei 2014

SRAGEN MENUJU GLOBALISASI

SUTARNO. “ …. yang dibutuhkan pelancong datang ke tempat kita bukan untuk melihat gedung yang tinggi dan megah, bukan karena teknologi, bukan karena kemajuan pendidikan, tetapi mereka membutuhkan SESUATU YANG UNIK dan TIDAK TERBIASA MEREKA LIHAT atau LAKUKAN ….” (Annonim).

Sragen yang notabene kota kecil yang berbasis pertanian dan kurang mempunyai produk unggulan selama ini sangat minim pendatang baik sebagai investor maupun pelancong. Kita kalah pamor dengan Solo dan Yogyakarta sebagai kota budaya. Kita kalah dengan Karanganyar yang mampu menjual alamnya. Apakah dengan kondisi seperti itu kita akan berpangkutangan dan menyerah begitu saja ? Sragen ke depan harus mampu berbenah untuk menjadi lebih baik jika tidak ingin tergilas secara sia-sia.
Jika kita bisa meluangkan waktu sebentar dan memahami pendapat di atas, kita pasti sependapat dengan hal itu. Mereka datang ke tempat kita karena ada daya tariknya. Daya tarik tersebut adalah segala sesuatu yang unik dan tidak bisa mereka lihat dan lakukan. Jika ingin mengajak mereka datang ke tempat kita dengan memerkan gedung yang tinggi dan megah, mereka sudah terbiasa melihat gedung yang jauh lebih tinggi dan megah. Memamerkan pendidikan kita ? Pendidikan di negara mereka sudah jauh lebih maju. Memamerkan teknologi ? Teknologi di negara mereka jauh lebih maju daripada yang kita miliki. Mendatangkan investor untuk berinvestasi ? Investor pasti berhitung, kita adalah kota kecil yang sulit mencari bahan baku. Maka dari itu yang perlu kita suguhkan dan pamerkan kepada mereka adalah di luar itu semua.
Apakah Sragen mampu dan mempunyai sesuatu yang unik dan tidak biasa mereka lihat serta lakukan? Jawabanya hanya 1 (satu) KITA BISA dan KITA PUNYA sesuatu yang luar biasa yaitu kearifan lokal yang kita miliki. Jika selama ini daerah tetangga kita menjaring pendatang lokal, kita harus mampu berbuat sesuatu dan target kita harus pendatang global.
DAYA DUKUNG DAN POTENSI
Selama ini kita lebih banyak melihat dan meniru yang sudah ada serta mengacu pada sebuah kebiasaan. Menjadi juara dalam sebuah perlombaan itu memang luar biasa. Tetapi kadang kita lupa, bahwa untuk bisa meraih menjadi juara di antara ratusan bahkan ribuan peserta itu sulitnya juga luar biasa.
Oleh sebab itulah jika daerah-daerah lain berlomba-lomba melaksanakan program kegiatan yang rata-rata hanya itu-itu saja, kita harus berani tampil beda. Program kegiatan tetap berjalan tetapi mesti kita arahkan pada sesuatu yang tidak dipikirkan daerah lain, agar kita tampil beda. Pada dasarnya sesuatu yang kelihatan itu adalah sesuatu yang serba “ter” atau yang berbeda, misal terpandai, terbaik, terburuk dan sebagainya. Kita harus berani membangun jalur sendiri agar kita bisa tampil terdepan dan muncul sebagai juara. Karenanya potensi-potensi yang dapat kita bangun dan dapat kita kemas serta unik antara lain adalah budaya, lingkungan, pertanian dan International institution.
Budaya
Kearifan lokal adalah sesuatu yang unik yang layak kita jual. Kita bisa memamerkan berbagai kesenian daerah, misalkan berbagai macam tari-tarian, tayub, jathilan, jarang kepang, permainan tradisional, rumah tinggal tradisional (traditional home stay) dan sebagainya. Selain itu kita juga mempunyai potensi budaya lain yaitu Pabrik Gula Mojo ataupun Gunung Kemukus. Bagi kita budaya yang ada di sekeliling kita adalah hal yang biasa tetapi bagi pelancong itu adalah sesuatu yang luar biasa.
Pertanian
Sragen sebagai daerah pertanian, sebenarnya hal ini adalah potensi yang luar biasa. Mereka sudah biasa melihat pertanian modern, yang luar biasa adalah di jaman modern kita masih bisa menyuguhkan pertanian tradisional. Mereka kita ajak untuk membajak sawah dengan kerbau, menanam padi, me-landak (menyiangi padi), panen padi. Bagi mereka hal itu adalah sesuatu yang luar biasa dan sangat menarik. Potensi waduk yang kita miliki bisa kita manfaatkan, misalkan mereka kita ajak gogoh iwak (mencari ikan), menjaring ikan di waduk dan sebagainya.
Lingkungan
Lingkungan adalah sesuatu yang menarik dan menantang. Kita harus mampu menyajikan lingkungan alami yang kita miliki kepada mereka. Kita memiliki kebon teh, hutan karet, alam sangiran, kedung ombo, kuburan Cina Gesi, Gunung Banyak dan sebagainya. Semua itu kita kemas dalam suatu bentuk jelajah alam, camping ataupun tradisional outbond. Hal itu adalah sesuatu yang sangat berbeda.
International institution
Kita benar-benar harus bersyukur, karena kita juga dikaruniai Sangiran sebagai salah satu situs yang dibawah pengawasan Unesco. Selain hal itu kita juga mempunyai SBBS (Sragen Bilingual Boarding School) yang kerjasama dengan Turkey dapat kita manfaat seoptimal mungkin.
Potensi-potensi kearifan lokal yang dapat kita manfaatkan dengan baik, agar bisa menjadi unsur pembeda dengan daerah lain. Tidak cukup dengan potensi melimpah, jika kita semua tidak bekerja secara bersama-sama. Oleh sebab itulah dukungan pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk hal ini.
TINDAKLANJUT
Jika kita telah dikaruniai 4 potensi daerah, maka selanjutnya yang diperlukan sekarang adalah daya dukung atau tindaklanjut dari pemerintah daerah. Tindaklanjut tersebut antara lain untuk mendukung potensi agar muncul kepermukaan dan dapat dikelola oleh seluruh masyarakat Sragen. Di sinilah yang kita sebut bahwa kita harus membuat jalur sendiri agar kita bisa muncul sebagai yang terdepan.
Salah satu langkah pemerintah daerah untuk melestarikan budaya lokal antara lain kebijakan pemerintah yang mendorong lestarinya budaya lokal. Setiap kegiatan wajib menampilkan budaya daerah. Pelestarian rumah adat (rumah joglo, limasan dsb) terus didukung dan diarahkan sebagai traditional home stay. Langkah lain yang dapat ditempuh pemerintah adalah menekankan kepada seluruh instansi pemerintah untuk menyusupkan budaya dalam program kerja, maupun memperbanyak kegiatan yang berlatar belakang budaya lokal.
Dari sisi lingkungan hidup, sebenarnya pemerintah daerah telah mengeluarkan perda tentang larangan atas perburuan binatang liar. Tetapi hal itu belum cukup. Berbagai gerakan yang berkelanjutan harus terus didorong oleh pemerintah daerah, misalkan gerakan biopori untuk menekan kekeringan pada musim kemarau, gerakan rebosisasi untuk menjadikan alam Sragen semakin menjadi rimbun dan rindang dan yang lebih penting adalah pemeliharaannya dan pelestariannya.
Kebijakan yang berhubungan dengan pertanian, Pemerintah Daerah Sragen telah mendahului dengan pertanian organic. Tidak cukup dengan hal itu, gerakan pendirian gubug-gubug di sawah itu adalah hal yang sangat menarik bagi pelancong. Mereka telah terbiasa istirahat di vila-vila mewah, mereka membutuhkan sensasi lain, hal inilah yang perlu kita jual kepada mereka. Pola pertanian mina padi juga sangat menarik, karena kita bisa menyajikan gogoh iwak (mencari ikan) di sela-sela pertanian. Membajak sawah dengan kerbau, menanam padi ataupun panen padi juga merupakan sesuatu yang luar biasa bagi mereka.
Di era modern, segala sesuatu diberikan kemudahan yang luar biasa. Seorang pelancong tidak harus datang ketempat tujuan terlebih dahulu untuk mencari tempat tujuan yang menarik. Pengelolaan promosi online adalah salah satu cara pemasaran modern yang sangat menekan biaya. Hal ini bisa kita lakukan dan kita kemas sedemikian rupa agar dapat menyakinkan mereka datang ketempat kita.
Cara sederhana lain yang dapat kita lakukan adalah dengan menunjukkan prestasi ataupun keunggulan kita di setiap saat, terutama di seluruh instansi kepemerintahan / kementerian. Kita titipkan xbanner sebagai media promosi yang mengangkat tentang keunggulan kita. Ongkos produksi yang timbuldari proses ini kita dapat menggandeng pihak swasta di wilayah Sragen serta instansi lain yang berminat. Harapannya adalah jika itu kita lakukan maka yang bisa melihat kita adalah orang seluruh Indonesia. Kita harus selalu mempublikasikan diri kita keluar daerah agar orang lain itu tahu diri kita ada.
Selain hal itu, promosi dan kegiatan kita sisipkan dalam program kerja setiap instansi agar dapat berjalan sejajar dengan program yang lain. Semua instansi daerah ditarget, itu adalah cara yang lebih penting untuk melihat hasil yang diperolehnya.
HASIL YANG DIHARAPKAN
Untuk memulai tidak harus menjadi sempurna terlebih dahulu. Begitu juga dengan hal ini, kita harus berani memulai dari keterbatasan kita. Jika potensi daerah yang kita miliki telah mendapatkan daya dukung pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarak secara umum, saya yakin hal itu akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Bali menjadi tujuan wisata bukan karena gedungnya pencakar langit atau SDM-nya jenius-jenius, tetapi karena mempunyai kearifan lokal yang dikelola sedemikian rupa.
            Jika hal ini bisa kita jual, dan pembeli datang ke tempat kita, maka banyak hal yang dapat kita peroleh. Mereka datang ke ketmpat kita pasti membutuhkan makan, minum, maka sisi petani, warung, penjual sayur akan diuntungkan. Mereka membutuhkan transportasi, pengelola transportasi, sopir, bengkel diuntungkan, mereka membutuhkan penjelasan, guide diuntungkan, mereka butuh penginapan, tradisional home stay diuntungkan, mereka pulang butuh cindera mata, penjual suvenair juga diuntungkan. Kita tidak perlu khawatir bahwa kita tidak mampu menyuplai kebutuhan pelancong yang membutuhkan keunikan tersebut. Orang lain boleh sebagai produsen terbaik, tetapi kita harus berkeyakinan bahwa kita yang harus menjadi “Bos Besar” mereka dan menampung produk-produk mereka untuk kita jadikan keuntungan.
            Dengan kondisi semacam itu, semua hal akan bisa menjadi sangat mungkin terjadi. Kita sebagai masyarakat dan pemerintah harus saling bahu membahu. Jika kita mampu menjual potensi kita, tidak akan ada unsur di wilayah Sragen yang tidak berimbas, bahkan tukang parkirpun akan memperoleh manfaatnya. Apakah semua itu bisa kita lakukan ? Jawabannya hanya 1 (satu) SANGAT BISA. Selamat Hari Jadi Sragen yang ke-268, 27 Mei 2014.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih Atas Kunjungannya