Senin, 06 Februari 2017

K-13, UNBK dan GAYA MENGAJAR

Kurikulum 2013
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan, dan peserta didik.
Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan yang dikembangkan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan, Kerangka Dasar Dan Struktur kurikulum, dan pedoman-pedoman implementasi kurikulum. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan bahan acuan dalam pelaksanaan proses pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013 yaitu pencapaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. Pengembangan KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah mengacu pada Standar Nasional Pendidikan, Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum, dan pedoman implementasi Kurikulum. KTSP dikembangkan oleh satuan pendidikan dengan melibatkan komite sekolah, dan kemudian disahkan oleh kepala dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya.
Nama Kurikulum 2013 muncul pertama kali pada saat rapat di Hotel Jayakarta Medio Oktober 2012 pada saat merumuskan Standar Kompetensi Lulusan. Penulis ingat betul bahwa nama itu dipilih sekadar sebagai pengganti nama Kurikulum Baru yang selalu dipakai dalam setiap rapat pembahasan perubahan kurikulum, dengan harapan nanti akan dicarikan nama yang pas. Namun tampaknya semua sudah menerima nama tersebut dan tidak ada prootes tentang nama sehingga sampai sekarang disebut sebagai Kurikulum 2013. Artinya, penamaan Kurikulum 2013 itu bukan politis, tapi teknis saja untuk mempermudah penyebutan kurikulum yang sedang dibahas (Darmaningtyas, 2014).
Kurikulum 2013 pada dasarnya dirancang oleh pemerintah dengan tujuan yang baik yaitu memperbaiki sistem pembelajaran menuju arah pembelajaran yang inovatif dan berorientasikan pada siswa. Namun, hanya saja terganjal oleh persiapan yang terkesan mendadak dan kurang matang, apalagi sosialisasi mengenai kurikulum 2013 pun masih belum merata, terbukti dengan adanya sebagian  guru  yang belum mengetahui tentang isi dari Kurikulum 2013.
Dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir, dunia pendidikan Indonesia diguncang oleh beberapa persoalan yang menjadi isu nasioanl. Mulai dari maraknya pelecehan seksual oleh oknum guru terhadap muridnya, kacaunya Ujian Nasional, dan riuhnya rencana pemberlakuan kurikulum baru 2013.

Gaya Mengajar Guru
Gaya dan strategi mengajar guru hendaknya mendorong terciptanya iklim belajar yang kondusif. Lingkungan belajar yang memberi kebebasan kepada anak didik untuk melakukan pilihan-pilihan akan mendorong mereka untuk terlibat secara fisik, emosional, dan mental dalam proses belajar mengajar, dan karena itu akan dapat memunculkan kegiatan-kegiatan yang kreatif-produktif. Itulah sebabnya mengapa setiap siswa perlu diberi kebebasan melakukan pilihan-pilihan sesuai dengan apa yang mampu dan ingin dilakukannya.

Guru seringkali membuat banyak aturan yang harus ditaati oleh siswa, sehingga menyebabkan anak-anak selalu diliputi rasa takut dan rasa bersalah. Lebih jauh lagi, anak-anak akan kehilangan kebebasan berbuat dan melakukan kontrol diri (kontrol diri, dalam hal ini, bisa menjadi modal awal penumbuhan penghargaan pada keragaman).
Berikut adalah salah satu contoh gaya mengajar guru kurikulum 2013.



Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)
Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) disebut juga Computer Based Test (CBT) adalah sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya. Dalam pelaksanaannya, UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) yang selama ini sudah berjalan.
Penyelenggaraan UNBK pertama kali dilaksanakan pada tahun 2014 secara online dan terbatas di SMP Indonesia Singapura dan SMP Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Hasil penyelenggaraan UNBK pada kedua sekolah tersebut cukup menggembirakan dan semakin mendorong untuk meningkatkan literasi siswa terhadap TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Selanjutnya secara bertahap pada tahun 2015 dilaksanakan rintisan UNBK dengan mengikutsertakan sebanyak 556 sekolah yang terdiri dari 42 SMP/MTs, 135 SMA/MA, dan 379 SMK di 29 Provinsi dan Luar Negeri. Pada tahun 2016 dilaksanakan UNBK dengan mengikutsertakan sebanyak 4382 sekolah yang tediri dari 984 SMP/MTs, 1298 SMA/MA, dan 2100 SMK.

Penyelenggaraan UNBK saat ini menggunakan sistem semi-online yaitu soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline. Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server lokal (sekolah) ke server pusat secara online (upload).
Berikut saya lampirkan salah satu bentuk ujian berbasis komputer melalui link berikut ini. Klik di sini. atau klik di sini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih Atas Kunjungannya